Tulungagung  adalah kota kecil di sisi timur pulau jawa yang beberapa tahun terakhir skena musiknya aktif menggelar event musik independent, banyak diantaranya event musik Metal. Saya akrab dengan beberapa penggiat musik disana ketika masih aktif bermusik dengan Innersig (RIP). Innersig yang berhaluan metalcore kala itu rajin menyambangi Tulungagung karena animo yang besar dan atmosfir pertemanan yang kental dalam skena musik metalnya.

Era metalcore kala itu ternyata melahirkan generasi produktif, sebuah band yang personilnya adalah cabutan dari beberapa band. Niatan awalnya adalah side project, tapi Hasil akhir berujar lain, Everything Forsaken [selanjutnya disebut EF] siap merilis debut album pada September 2013. Berberapa yang perlu menjadi catatan mengapa rilisan full album mereka perlu kalian apresiasi:

Semangat kreatif tanpa mengenal keterbatasan. Tulungaagung bukan ibukota provinsi, bukan pula kota besar, EF pernah bercerita mereka kerap latihan ke kediri, karena di Tulunggaung belum ada studio musik yang mumpuni. Untuk album ini, mereka merekam nya secara DIY, dengan bantuan beberapa teman dengan fasilitas home recording sedangkan untuk take drum mereka bertolak ke Malang.

Banyak band yang dibentuk hanya jadi ajang pamer, biar keren, atau bahkan famous diantara golongannya. Beberapa membuat band untuk menggaet lawan jenis. Bermain musik yang lagi in di satu waktu, lalu bubar tak jelas karena ada hal keren lain yang harus dikejar. Tanpa hasil, minim warisan. Tapi EF tidak, mereka kekeuh berada di area Metalcore, dan memiliki visi dan misi yang jelas. Album Relentless menjadi pembuktian.

Band ini terus bergerak, tidak stagnan menunggu kesempatan. Kalau mereka ini disamakan dengan pemain bola, Edgar Davids layak jadi padanan. Ulet dan pekerja keras. Hal itu yang membuat EF diganjar kesempatan berbagi panggung dengan beberapa musisi/band tenar baik lokal Indonesia maupun International yang tengah menjalani tour di area Jawa Timur. Tercatat ada nama Down For Life, Siksa Kubur, The Fallen Dreams (USA), Thick As Blood (USA), dan All for Nothing (NL).

Saya mungkin tak perlu berlama-lama menuliskan tentang bagaimana content Relentless, kalau kamu penyuka Metal dan keturunannya, bila kalian pengkoleksi CD, beli album Everything Forsaken – Relentless. Support terus band lokal, karena beberapa hal kongkrit bentuk kencintaan kalian akan skena musik yang dibilang segmented ini adalah: beli rilisan fisik dan beli tiket acara musiknya.

-RIZKI-

  • 5 September 2014
    9 CITIES, JAWA - BALI

    SHARKBITE, CRASHBONE, CROSSFIRE, BETTER CHANCE

  • 14 November 2013
    GSG BANJARAN, KEDIRI

    UNDER 18, STANDFREE, STEP AHEAD, SAME STREET, WEST SIDE HOOD, LOCAL BANDS

  • 8 September 2013
    BIMA CAFE, TULUNGAGUNG

    OUTRIVAL, NOT FALLING OUT, TANAH LELUHUR, MEGANTHROPUS, CLOSER THE SKYLINE, SHINE

  • 17 February 2013
    GERBANG 9, MALANG

    SHARKBITE, FINAL ATTACK, ASIA MINOR, FRAUD, STRIKER, STRIDE, LAST THREAT, BANGKIT MELAWAN, GIVE ME A CHANCE

  • 10 February 2013
    LEVEL, MALANG

    ROTTEN BLAST, NADI, DISINFECTED

  • 12 December 2012
    GERBANG 9, MALANG

    CRUEL HAND (US), FINAL ATTACK (JHC), UNDER 18 (BCHC), SHARKBITE (MCHC), ASIA MINOR (BCHC), LOSE IT ALL (BCHC), HAIL OF FIRE (MCHC), BETTER CHANCE (MCHC)

  • 18 November 2012
    TRIDENTE CAFE, TULUNGAGUNG

    BILLFOLD, KLEM, NOT FALLING OUT, OUTRIVAL

  • 19 September 2012
    Godang Cafe, Malang

    SHARKBITE, INNERSIG, EVERYTHING FORSAKEN, FALLEN TO PIECES, HEARTSWELL, COOBOY JIMMY, YOUNGSTER CITY ROCKER, UNROCKSTAR, BURN TWIST, BANGKIT MELAWAN, STAY FUNNY

  • READ MORE

Twitter