Hari ini (5/12), kuartet hardcore Bandung, TRAGEDI, merilis album baru yang bertitel II via Gr8day-Music, Malang. Sesuai judulnya, album ini merupakan album ke dua mereka setelah pada 2010 lalu merilis album pertama, Rebuild Through Resistance.

Berisi sepuluh lagu, album ini dianggap kuartet yang terdiri dari Teguh (vokal), Zanoe (gitar), Reza (bass), dan Ami (drum) sebagai refleksi sederhana dari apa yang terjadi di sekitar mereka. Teguh mengatakan bahwa tidak ada tema khusus untuk album ini. Fokusnya cerita tentang arogansi yang mereka temui dan alami di keseharian. “Album ini tidak menceritakan sesuatu yang tidak kami lihat dan tidak kami rasakan langsung. Semuanya sangat dekat dengan keseharian kami. Intinya tentang arogansi yang pernah kami alamin,” jelas Teguh.

Mengnai materi lagu, dipaparkan oleh Ami dan Reza, musik yang mereka buat kebanyakan hasil dari jam session. Mereka juga mengungkapkan bahwa selain hardcore setiap personelnya punya ketertarikan lumayan dalam terhadap banyak genre musik. Oleh karena disentuh beberapa kekhasan genre musik lain, materi musik album II ini dianggap baru.

“Hardcore punk sudah pasti, dipoles progressive, thrash, stoner, dll. alhasil crossover hardcore,” kata Reza. Ami menegaskan, “bebas, lah, mau dibilang apa. Pastinya kami bikin musik yang kalau didengar, orang kira yang mainin badannya gede, gagah, pokonya tough guy banget! Hahahah!”

Lebih lanjut Zanoe menjelaskan bahwa perilisan II ini bagi TRAGEDI layaknya kado dan bukti keberhasilan mereka mempertahankan eksistensi. Jujur Zanoe, selain perumusan materinya, proses pembuatan album ini juga memakan waktu yang lumayan lama. Oleh karena itu eksistensi mereka sebagai band yang produktif sempat dipertanyakan. Bahkan beberapa orang dan kelompok menganggap mereka sudah bubar.

“Kalau saya anggap album ini kayak kado, sih, sekaligus shit bomb buat yang nganggap kami nggak produktif atau malah bubar huahahaha,” sambung Zanoe sambil canda tawa.

Sebelum merilis albumnya, mereka sempat merilis dua buah single yang juga ada di album itu, “Fuck With Your Statement” dan “Don’t Give A World A Chance”. Selain dua buah single, band yang dipayungi oleh Gr8day-Music, Malang ini juga merilis video musik untuk single pertamanya “Fuck With Your Statement.”

  • 5 September 2014
    9 CITIES, JAWA - BALI

    SHARKBITE, CRASHBONE, CROSSFIRE, BETTER CHANCE

  • 14 November 2013
    GSG BANJARAN, KEDIRI

    UNDER 18, STANDFREE, STEP AHEAD, SAME STREET, WEST SIDE HOOD, LOCAL BANDS

  • 8 September 2013
    BIMA CAFE, TULUNGAGUNG

    OUTRIVAL, NOT FALLING OUT, TANAH LELUHUR, MEGANTHROPUS, CLOSER THE SKYLINE, SHINE

  • 17 February 2013
    GERBANG 9, MALANG

    SHARKBITE, FINAL ATTACK, ASIA MINOR, FRAUD, STRIKER, STRIDE, LAST THREAT, BANGKIT MELAWAN, GIVE ME A CHANCE

  • 10 February 2013
    LEVEL, MALANG

    ROTTEN BLAST, NADI, DISINFECTED

  • 12 December 2012
    GERBANG 9, MALANG

    CRUEL HAND (US), FINAL ATTACK (JHC), UNDER 18 (BCHC), SHARKBITE (MCHC), ASIA MINOR (BCHC), LOSE IT ALL (BCHC), HAIL OF FIRE (MCHC), BETTER CHANCE (MCHC)

  • 18 November 2012
    TRIDENTE CAFE, TULUNGAGUNG

    BILLFOLD, KLEM, NOT FALLING OUT, OUTRIVAL

  • 19 September 2012
    Godang Cafe, Malang

    SHARKBITE, INNERSIG, EVERYTHING FORSAKEN, FALLEN TO PIECES, HEARTSWELL, COOBOY JIMMY, YOUNGSTER CITY ROCKER, UNROCKSTAR, BURN TWIST, BANGKIT MELAWAN, STAY FUNNY

  • READ MORE

Twitter